Merujuk kepada tujuan Pendidikan Nasional yang di dalamnya terdapat poin-poin penting tentang mengembangkan potensi, aspek keagamaan dan moral, akademik dan kompetensi, aspek kepribadian dan kemandirian dan aspek warga negara, dari sini minimal ada delapan poin. Namun demikian kurikulum ini mengalami sejarah panjang kurikulum di Indonesia yang telah mengalami perubahan lebih dari 11 kali sejak 1947. Tercatat perubahan kurikulum sejak tahun 1947 (Rencana Pelajaran) sampai tahun 2022 dengan menerapkan kurikulum Merdeka. (Sejarah Kurikulum Indonesia, https://kurikulum.ac.id/kurikulum-indonesia. Lembaga Pengawasan dan Pengembangan Informasi Kurikulum Indonesia)
Mengamati proses perubahan kurikulum di Indonesia terlihat kurikulum bertransformasi dari fokus politis-ideologis pasca-kemerdekaan menuju kurikulum berbasis kompetensi dan fleksibilitas. Perubahan ini bertujuan menyesuaikan kebutuhan zaman, teknologi, dan karakter peserta didik, dengan puncaknya pada Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis projek, kreativitas, dan penguatan profil Pelajar Pancasila.
Dari sini penulis mempunyai gagasan bahwa bagaimanapun nantinya kurikulum itu akan mengalami perubahan. maka sekolah-sekolah yang berbasis agama Islam perlu mempunyai akar pijakan yang kokoh dalam menjaga eksistensi keagamaan/keimanan dan moral ke-Islam-an. Maka dengan Kurikulum Berbasis Al-Qur’an bagaimanapun perubahan yang natinya akan terjadi eksistensi keagamaan/keimanan dan moral keislaman masih akan terjaga.
Lantas apa itu kurikulum berbasis Al-Qur’an?
Al-Qur’an The Grand Design Kurikulum adalah menempatkan wahyu sebagai fondasi utama, bukan sekadar mata pelajaran tambahan. Pendekatan ini bertujuan membentuk ekosistem pendidikan yang melahirkan profil hamba sekaligus khalifah di muka bumi yang menjunjung tinggi eksistensi keagamaan/keimanan dan moral keislaman.
Kerangka pemikiran Al-Qur’an The Grand Design Kurikulum ada empat pokok yang pertama, Fondasi Teologis yang menempatkan Wahyu sebagai Sumber Ilmu. Kedua, Pilar-Pilar Kurikulum yaitu Pilar Keimanan (The Heart of Education) yaitu fokus pada menanamkan tauhid dan adab sebelum ilmu, Pilar Al-Qur’an (The Tool of Thinking) yaitu fokus pada literasi Al-Qur’an (baca, tulis, faham, hafal) dan metodologi berpikir kritis berdasarkan cara Al-Qur’an menyajikan masalah dan solusi dan Pilar Kauniyah (Universal Competence) yaitu fokus pada mengintegrasikan sains, teknologi, dan sosial dengan nilai-nilai Qur’ani sehingga siswa mampu menjawab tantangan zaman secara relevan. Ketiga, Implementasi dalam ekosistem sekolah yaitu pertama Integrasi Mata Pelajaran dengan memasukkan nilai-nilai Qur’ani ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) semua mata pelajaran.
Contoh RPP mata pelajaran Matematika tema himpunan : Inti dari RPP adalah tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami konsep himpunan melalui contoh-contoh di lingkungan sekitar dan ayat Al-Qur’an, siswa dapat menyelesaikan masalah kontekstual terkait himpunan (irisan/gabungan) dengan pendekatan nilai-nilai keislaman (misalnya: pengelompokan amal saleh), setelah tujuan lalu Kompetensi Dasar & Integrasi Ayat memuat memahami konsep himpunan dan melakukan operasi himpunan terintegrasi dengan Ayat: QS. Az-Zumar: 71-73 (Pengelompokan manusia: kelompok yang ingkar dan kelompok yang bertakwa). Kedua Budaya Religius yaitu menciptakan kebiasaan dan karakter sekolah yang mencerminkan isi Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari, Contoh Pembiasaan Ibadah Rutin, seperti Shalat berjamaah, Doa Bersama sebelum pelajaran, Tadarus/Kajian membaca Al-Qur’an (Tadarus) bersama sebelum pelajaran dimulai atau kajian keagamaan singkat (kultum). Juga Budaya Akhlak dan Perilaku (Karakter) meliputi Salam, Sapa, Senyum, Sopan, Santun), Kejujuran, dan Menghormati guru dan menghargai teman sebaya. Juga Kegiatan Keagamaan Terprogram di antaranya PHBI/PHBN, Donasi/Sosial. Termasuk dalam Implementasi dalam Ekosistem Sekolah adalah menciptakan Lingkungan sekolah yang Toleran.
Ketiga Dukungan Guru sebagai Kunci yaitu Guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai murabbi (pendidik jiwa) yang kompeten dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an. Keempat adalah tujuan akhir dari Al-Qur’an The Grand Design Kurikulum adalah Insan Kamil yaitu upaya mencapai pengembangan kepribadian manusia secara menyeluruh dan seimbang mencakup aspek akal rasional, spiritual, serta fisik sebagai bekal menjalankan tugas kholifah di bumi dengan menjunjung tinggi eksistensi keagamaan/keimanan dan moral keislaman.
Konsep Al-Qur’an The Grand Design Kurikulum ini tentunya masih membutuhkan kajian yang mendalam namun setidaknya apa yang penulis kemukakan ini dapat menjadi dasar pemikiran, kajian dan penelitihan selanjutnya. Namun sebelumnya ada sebuah pertanyaan apakah Al-Qur’an The Grand Design Kurikulum diperlukan? penulis yakin semua ini kembali kepada para pemegang kebijakan di lingkungan sekolah terutama sekolah-sekolah agama.
Esais: Drs. Choirul Anam, MEI (Ketua Yayasan Ponpes Safinda)





