Soft News adalah tulisan jurnalistik yang menyajikan informasi dengan tema santai, ringann, dan tidaj terikat oleh waktu. Hal ini bertolak belakang dengan hard news.
Soft News itu memiliki ciri-ciri:
1)Tulisan seperti sebuah cerita (storytelling), isi detail yang kuat. 2) Ada emosi, ada humor, ada perasaan, dan ada kesan dari penulis 3) Berbasis fakta atau peristiwa yang benar-benar terjadi 4) Menampilkan hal yang menarik 5) Dikemas ringan/luwes dan struktur bebas 6) Tujuan menghibur & meninggalkan kesan kepada pembaca (ada nilai/pesan dibalik peristiwa) 7. Tidak kadaluwarsa
I. Soft News = Show Not Tell
A. Contoh: Nasib nenek Itu sangat Malang.
B. Contoh: Umurnya 60 tahun. Dia hidup sebatang kara. Tinggalnya di gubuk kardus perkampungan kumuh kota Jakarta. Tetangga memanggilnya dengan nama sederhana “Emak.” Tidak ada yang tahu nama aslinya. Sejak Jumat lalu, Emak tidak pernah kelihatan lagi. Di gubuknya pun sudah kosong dan tak berpenghuni siapa pun.
Bandingkan
C. Contoh: Konser Noach Heboh Banget.
D. Contoh: Konser Noach di Gelora Senayan Jakarta dihadiri oleh 500.000 ribu penonton. Tiket seharga Rp 300.000 ribu sudah habis terjual sebulan sebelum pertunjukan. Penonton yang rata-rata siswa SMP dan SMA itu pun berdesak-desakan. Setidaknya, dua puluh orang pingsan ketika penonton berjingkrak-jingkrak mengikuti lagu “Ada Apa Denganmu.”
II. Soft News = Show Not Tell
E. Contoh: Hari masih pagi. Matahari mulai menyinari punggung Gunung Waturumbing. Air sungai Kanibaru memantulkan bayangan punggung gunung itu. Di seberang suangai Doni (10) siswa SD Watukali dan beberapa temannya mulai keluar dari jalan setapak. Mereka menuju tepi sungai. Tak berapa lama, mereka menaiki sampan menyeberang sungai menuju sekolahnya. Suasana ceria selalu terbawa dalam perjalanan. Belajar di sekolah untuk menjemput masa depan.
Bandingkan
F. Contoh: Sajian makan malam keluarga keluarga Edy (35) karyawan bengkel las di Tambora, Jakarta dalam 5 hari ini jauh berbeda. Menu makan biasanya hanya semangkuk mie instan. Tanpa telur dan tanpa tempe. Kini, untuk sajian berbuka puasa menjadi beda. Mereka terbiasa menyantap nasi padang dengan lauk rendang. Selalu saja ada daging atau ayam, telur, tahu dan tempe di meja makan. Ya, beginilah saat tiba puasa. Yang biasa tidak ada, jadi diada-adakan.
Mana menurut Anda tulisan soft news?
