Sayatan Luka #4

BerandaArtSayatan Luka #4

Sayatan Luka: Eka Riya Agustin

Sesampainya di dalam, bagaikan rumah tak berpenghuni ia disapa dengan dinginnya suasana. “Ma.. Reyla pulang!” Salamnya dengan nada yang agak keras, saat netranya telah melihat sosok yang ia cari ia pun menyampaikan sesuatu yang sudah menjadi tanggung jawabnya.

“Ma, dapat salam dari Aksara.” Katanya menyampaikan pesan dari Aksara. “Iya.., makanan udah mama siapin di kulkas ya, cepetan dimakan nak..” Pinta sang Ibu pada Reyla, tanpa menjawab Reyla pun langsung bergegas pergi menuju kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Tak selang waktu lama Reyla pun menuruni anak tangga untuk menuju ke dapur, saat Reyla ingin menyuapkan makanan pada mulutnya, pintu luar pun tertutup dengan bunyi yang keras tanda sang Ayah telah tiba dan saat itu Reyla tahu, kejadian yang selalu ingin ia hindari kali ini akan muncul kembali.

“Yah? bisa tidak menutup pintunya biasa saja?” tanya sang Ibu pada suaminya. “Apa sih ma? ayah lagi cape!” Bentak sang ayah tak terima. “Mulai lagi…” Guman Reyla karena merasa muak, lalu tak selang lama ia melanjutkan perkataannya. “Kalian bisa gak sih sehari aja gak berantem?” tanya Reyla lalu pergi tanpa menunggu jawaban. “Lihat kan? gara-gara kamu Reyla pergi, dia belum makan Yah!” Marah sang Ibu. “Kamu nyalahin aku? aku itu juga cape ma!”  Tanpa menunggu lama sang Ayah pergi dan mengunci dirinya didalam kamar.

Di dalam kamar Reyla hanya terdiam dengan memegang HP ditangannya tanpa memedulikan perutnya yang meminta untuk diisi. ‘Ting!’ Suara notifikasi berbunyi membelah kesunyian yang Reyla rasakan. Ia bergegas membuka notifikasi tersebut “Dari Ara ternyata,” ucapnya lalu membalas pesan tersebut “Ya Ra, kenapa?” balas Reyla pada pesan Ara, lalu terdengar notifikasi lagi yang membuat Reyla berfikir ia mendapatkan jawaban pesannya dari Ara dan ternyata salah. “Rey.. aku jemput ya, bunda nyariin ngajak makan,” kata orang tersebut lewat pesan yang telah ia kirimkan ke Reyla. “Bunda beneran?” jawabnya, yang lalu mendapat jawaban kembali “Iya Reyla,” jawab orang tersebut lagi. “Baiklah…” Akhirnya Reyla memutuskan pergi menemui Aksara dan Bunda Aksara, ya Aksaralah yang mengajaknya pergi menemui Bundanya.

Selang beberapa waktu, Reyla yang telah ditunggu oleh Aksara pun keluar dari balik pintu yang terbuat dari kayu. “Ayo Sa..!” Ajaknya penuh antusias. Tanpa berkata apa-apa Aksara memakaikan helm ke kepala Reyla, Reyla yang terkejut pun hanya bisa pasrah. “Biar gak dimarahi bunda, gih naik,” katanya memberi penjelasan, Reyla yang mendapat perintah untuk naik pun bergegas untuk naik, akhirnya mereka berangkat menuju rumah kediaman Aksara.

Sesampainya di rumah Aksara, Aksara pun melepaskan helm yang dipakai oleh Reyla, Reyla yang sudah dilepaskan helmnya pun bergegas masuk dengan penuh antusias untuk menemui Bunda Aksara. “Bunda…, Rey dateng!” Teriak Reyla sambil berlari kecil mencari keberadaan Bunda dari Aksara. “Eh… anak pintarnya bunda udah dateng, sini makan.” Ajak Bunda Aksara dengan semangat. “Iya dong, pasti masakan bunda enak kayak biasanya.” Puji Reyla. (Bersambung)

 

Ilustrasi gambar: www.google.com

adminsafindahttps://safindaspektrum.com
Admin Safinda Spektrum. Menginspirasi - Mengedukasi

Related Articles

Get in Touch

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts

iklan popup 2