Sayatan Luka #5

BerandaArtSayatan Luka #5

Sayatan Luka: Eka Riya Agustin

“Sebenarnya anak bunda, Rey apa Aksa sih?” tanya Aksara heran, karena setiap ada Reyla maka dia seperti dianaktirikan. “Anak bunda mah Rey.., kalau kamu anak ngambil di jalan soalnya,” canda bunda pada Aksara.  “Bunda!” Balas Aksara kesal sedangkan Reyla dan Bunda hanya tertawa.

Selesai makan mereka pun melanjutkannya dengan percakapan yang penuh candaan hingga sang rembulan terlihat benderang di langit yang gelap dengan bintang-bintang kecil yang amat banyak, menunjukkan saat untuk pulang. “Bunda Rey pamit pulang ya…” Pamitnya pada Bunda Aksara. “Iya, biar di antar Aksara ya?, gak baik perempuan sendiri malam-malam!” Pinta Bunda pada Reyla karna khawatir pada keselamatannya.

“Iya bunda…” jawab Reyla. Saat sampai di luar ternyata aksara sudah menunggunya di atas motor dengan memegang satu helm ditangannya. “Sini Rey, pake dulu helmnya,” kata Aksara sambil memakaikan helmnya pada Reyla. Setelah memakaikan helm pada Reyla ia memegang jari lentik Reyla lalu menuntun Reyla untuk naik ke atas motor dengan hati-hati. (bersambung)

 

Ilustrasi gambar: freepik.com

Berita sebelumya10 Lead untuk Creative Writing
Berita berikutnyaJangan Buang Ibu
adminsafindahttps://safindaspektrum.com
Admin Safinda Spektrum. Menginspirasi - Mengedukasi

Related Articles

Get in Touch

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts

iklan popup 2