Sayatan Luka

BerandaArtSayatan Luka

Sayatan Luka: Eka Riya Agustin 

Pagi ini, terdengar bisingnya langkah kecil di setiap sudut yang telah dilalui oleh Reyla. Reyla gadis manis dan periang yang dimana pun ia memijakkan kaki mungilnya, banyak insan yang akan terpana dengan tingkah lakunya.

Langkah kecilnya yang ingin memasuki pintu pun terhenti dikala tatapannya bertemu dengan sosok yang familiar, namun selalu ia hindari kehadirannya. “Kamu duluan aja Rey,” ucap Aksara sambil memberikan jalan kepada Reyla. Aksara adalah murid yang tak terlalu tersorot di lingkungannya, tetapi kehadirannya selalu dicari oleh orang yang selalu ada di sekitarnya. “Aa.. Iya, makasih Sa,” ucap Reyla sambil melanjutkan langkah kecilnya yang sempat terhenti.

Di saat Reyla sudah menghilang dari hadapannya hati kecilnya pun bergeming. “Rey..” Tanpa melanjutkan kata tersebut ia pun pergi melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Reyla yang telah sampai di depan bangkunya pun duduk tanpa menghiraukan satu orang yang sedang menutup matanya dengan wajah yang tenang.  “Aksara?” Gumannya tanpa sadar. “Hayo apa tadi? Aksara?” tanya seorang yang terbangun dari tidurnya. “Eh.. Ara sejak kapan kamu disini?” tanya Reyla pada Ara. “Orang aku dari tadi di sini, kamunya aja yang gak nyadar,” jawab Ara. Ara adalah sosok sahabat dari Reyla, mereka itu bagaikan sehidup senadi, di mana ada Reyla, maka disitulah ada Ara. (Bersambung)

Ilustrasi gambar: www.google.com

adminsafindahttps://safindaspektrum.com
Admin Safinda Spektrum. Menginspirasi - Mengedukasi

Related Articles

Get in Touch

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts

iklan popup 2