Hallo…markas UKM, untuk membuat konten Instagram di era digital marketing yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki potensi viral bagi produk-produk UMKM saat ini, kuncinya adalah pada storytelling (kekuatan cerita yang ada unsur emosi dan bukan sekadar promosi).
Berikut adalah tips dan kiat storytelling untuk konten instagram yang bisa Anda praktikkan.
1. Fokus pada “The Why” (Bukan “The What”): Jangan hanya menceritakan rasa makanan Anda. Ceritakan mengapa Anda membuatnya, siapa yang membuatnya, atau kesulitan apa yang dipecahkan oleh produk makanan Anda tersebut.
2. Manfaatkan Sensory Language: Gunakan kata-kata yang memancing indera. Alih-alih bilang “enak”, “sedap”, atau “gurih” gunakan deskripsi bahasa seperti “renyah saat digigit”, “aroma rempah yang menyeruak”, “lumer di lidah” atau bikin lidah tercekat, dll.
3. Teknik Hero’s Journey: Posisikan pelanggan sebagai “pahlawan”. Ceritakan bagaimana produk Anda membantu mereka mengatasi masalah (misal: lapar saat lembur, butuh suguhan untuk acara mendadak, kangen masakan rumah, atau ingin cepat didapat dan tidak ribet).
4. Tunjukkan Sisi Persona Manusiawi (Humanis): Orang lebih percaya pada orang daripada melihat logo. Tunjukkan wajah orang, staf, atau proses di balik layar (behind the scenes) yang jujur, otentik/genuine, dan apa adanya.
5. Gunakan Hook di 3 Detik Pertama: Langsung mulai dengan konflik, pertanyaan menarik, pernyataan provokatif, atau visual yang tidak biasa agar orang berhenti men-scroll dan melihat konten Anda.
Berikut 5 Contoh rumus rahasia Storytelling untuk bisnis UMKM yang bikin cuan Anda makin gede dan bikin konten IG Anda makin viral dan engagement untuk pelanggan
- Gunakan Rumus Kreatif: Karakter + Tujuan + Halangan + Produk Anda sebagai “Hero”
Contoh: Ada seorang wanita. Kebetulan dia sifatnya pemalu (karakter) ++++ mau bikin video di kamar (tujuan) ++++ Namun lampu kamarnya kurang terang (halangan) ++++ Wanita itu lalu ambil produk oriflame untuk mencerahkan wajahnya dan akhirnya videonya menjadi glowing/terang (produk sebagai “hero”). Praktikkan dalam bentuk konten video atau carousel.
2. Eitts tunggu dulu…..nantikan tips kedua di postingan berikutnya ya….(bersambung)
(Penulis: Rudy, Dosen Luar Biasa PTN dan PTS di Surabaya, Konsultan Marketing dan Branding)
Ilustrasi gambar: depokpos
