SURABAYA — Penguatan personal branding atau citra diri bagi guru dan staf di lingkungan sekolah, kini menjadi kebutuhan utama. Di tengah ketatnya kompetisi layanan jasa di dunia pendidikan yang semakin hiperkompetif, guru dan staf perlu memiliki kompetensi yang mampu merepresentasikan nilai-nilai profesional untuk kemajuan sekolah secara masif. Pendeknya value creation harus sebanding dengan value capture.
Hal inilah yang menjadi landasan pokok Yayasan Dharma Wanita Kota Surabaya yang menaungi unit-unit sekolah TK, SLB, SMP, dan SMA menggelar Workshop bertajuk: Membangun Personal Branding Guru dan Staf Profesional untuk Peningkatan Kualitas Sekolah yang Unggul dan Sukses SPMB, Kamis, 15 Oktober 2026, Pk.13.00 – 16.00 Wib, di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya.

Dalam paparan materinya, para peserta mendapatkan pembekalan terkait apa itu personal branding, bagaimana strategi membangun personal branding yang profesional dan kiat sukses SPMB. “Para guru dan staf harus mampu membedakan customer service dan customer experience, marketing imersif dan marketing inersia serta 5 tools strategi kunci SPMB agar memiliki unique selling poin,”ungkap Rudy Prasetya, M.Med.Kom, selaku trainer di acara workshop tersebut.

Rudy berharap pasca workshop, para guru dan staf ke depannya mampu mengimplementasikan materi yang sudah didapatkan untuk menuju pada layanan wow service dan sarana promosi sekolah yang sold out saat kegiatan SPMB setiap tahunnya. “ Mulai hari ini harus ada transformasi mindset yang kuat dan soliditas tim yang terbangun kompak,”pesannya inspiratif (dya)
