Surabaya — Safindanis, gebrakan baru dilakukan oleh Ponpes Safinda Surabaya melalui eksistensi ekskul Podcastnya di tahun ajaran 2026-2027. Tepatnya, pada tanggal 22-25 September 2026 digelar ajang pencarian bakat podcaster-podcaster cilik yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 6 (A, B, C,dan D) di sekolah MI Safinda dan di studio Podcast berlokasi di MTs Safinda.


Ajang terobosan baru kreatif-inovatif ini dirancang khusus untuk melatih kepercayaan diri, kemampuan public speaking, mengenal dunia broadcasting dan literasi digital sejak dini bagi para siswa tingkat akhir MI Safinda sebelum mereka lulus.
Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahap. Hari pertama para siswa mendapatkan materi dasar-dasar podcast. Hari kedua mereka mendapat literasi menulis script atau membuat naskah podcast. Sementara di hari terakhir, para siswa menghasilkan satu output produk konten podcast menarik dalam kelompok yang terdiri dari 4 anak dengan tema beragam.

“Kegiatan ini bukan sekadar menjadi ajang “jago ngomong” semata, melainkan sarana melatih kerja sama tim, kreativitas menghasilkan konten podcast yang menarik, kemampuan berpikir kritis untuk mewawancari narasumber dan pemanfaatan teknologi brodcast di era digital,” ungkap Rudy Prasetya, selaku pengajar plus juri di ajang pencarian bakat podcaster cilik masa depan ini.


Hasil karya konten video podcast dari seluruh siswa akan dinilai dan dilombakan. Dari 24 kelompok atau konten video podcast yang dihasilkan akan dipilih 10 finalis yang akan lolos dan berkompetisi lagi di bulan Maret 2027 untuk menentukan 3 konten video podcast terbaik.
“Kriteria penilaian video konten podcast meliputi: Kreativitas materi isi konten (30%), teknik vokal dan penyampaian (50%), Interaksi (10%) dan kerja sama tim (10%),” imbuh Rudy yang juga menjadi pengajar ekskul podcast dan ekskul jurnalistik di Ponpes Safinda ini. (dya)
